oleh

Ribuan Bibit Ayam Joper Segera Disalurkan ke Busel

Reporter: Basri

BUSEL – Bantuan bibit ayam Joper atau akrab disebut ayam kampung super akan segera disalurkan di Kabupaten Buton Selatan (Busel) setelah sebelumnya pendistribusiannya sempat dibatalkan pada akhir 2019 lalu.

Kepala Dinas Pertanian Busel, Muhammad Syafir mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (DirjenKeswan) Kementerian Pertanian RI, pendistribusian bantuan bibit serta pakan dan obat-obatannya akan dimulai pada awal September 2020.

“Hasil komunikasi kita dengan di pusat rencananya itu awal September sudah mulai disalurkan pakan dan obatnya kemudian disusul bibitnya sehingga akhir November 2020 ditargetkan sudah selesai tersalurkan semua,” ungkap Syafir di kantornya, Rabu 26 Agustus 2020.

Hal itu merupakan upaya Pemda melalui Dinas Pertanian Busel sebagai tindak lanjut atas batalnya program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Busel pada 2019 lalu.

Atas malasalah itu, balai penyedia ternak kehabisan waktu sehingga pihak Kementan memutuskan kotrak kerjasamanya, padahal masih ada dua kabupaten yang belum terdistribusi, yakni Wakatobi dan Buton Selatan.

“2019 kemarin kan sudah batal, sementara kasian masyarakat kita yang sudah membuat kandang bahkan biayanya lebih mahal dari dana yang diberikan oleh pemerintah, sehingga Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui dinas pertanian mengajukan kembali permohonan itu,” jelasnya.

Untuk jumlah bantuan yang akan disalurkan di Busel, kata Syafir, tidak mengalami perubahan dari jumlah sebelumnya yakni sebanyak 77.500 ekor bibit ayam.

Jumlah itu dengan kualitas sudah teruji dan dihasilkan langsung dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa, yang beralamat di Jalan Raya Palembang, Desa Sembawa, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Jumlahnya masih sama 77.500 ekor seperti pada pihak penyedia sebelumnya yang dari BPTU Bali, dan sekarang sudah diganti oleh BPTU Sembawa dari Sumatera Selatan,” sebutnya.

Olehnya itu melalui BPTU-HPT Sembawa, pihaknya berharap agar pendistribusian bantuan bibit ayam kali ini tidak lagi mengalami hambatan seperti oleh penyedia sebelumnya yang terhambat tiga kali penundaan hingga pembatalan distribusi.

“Semoga tidak lagi ditunda, agar para penerima bantuan bisa secepatnya memanfaatkan bibit ayam ini dan dikembangkan untuk ketahanan pangan dari sektor daging dan telurnya serta diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat,” harapnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Busel, Muhammad Saleh Pattiha selaku petugas teknis, juga mengaku yakin dengan kepastian akan segera disalurkannya bantuan bibit ayam Joper tersebut.

Pasalnya kata dia, pada 28 Juni 2020 lalu di Busel, pihaknya telah memfasilitasi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemeliharaan Ternak Ayam program Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan oleh BPTU-HPT Sembawa.

Selaku Unit Pelaksana Teknis bersama para pendamping peternakan, camat, para kepala desa dan lurah, serta puluhan perwakilan calon penerima bantuan.

Kemudian usai kegiatan Bimtek pihaknya langsung diarahkan melalukan persiapan teknis terkait pendistribusiannya, termasuk verifikasi ulang calon penerima bantuan beserta kandang yang telah dibuat.

“Jadi kita sudah verifikasi ulang sekaligus pemotretan kandang pada masing-masing calon penerima dan data itu sudah langsung kita kirimkan ke balai penyedia ternak Sumbawa. Kemudian mereka koordinasikan lagi pada kita terkait waktu kesiapan kita untuk menerima pengiriman bantuan tersebut,” tuturnya.

Diakuinya, jumlah bibit ayam dan calon penerimanya tidak ada yang berubah yakni 77.500 ekor bibit ayam itu akan dibagikan kepada 1.550 kepala keluarga (KK) penerima manfaat yang terdiri dari tiga kecamatan, yakni Batauga, Sampolawa, dan Lapandewa, dengan jumlah masing-masing 50 ekor per KK.

Namun demikian, lanjut dia, ada sedikit penurunan jumlah bantuan pakan yang akan diberikan, di mana program 2019 rencana bantuan pakan sebanyak 150 Kg per calon penerima, namun pada program 2020 ini hanya diberikan 100 Kg per calon penerima.

“Dari informasi yang diberikan itu ada penurunan jumlah pakan yakni sekarang hanya 100 kg per KK. Dan karena ini program langsung dari Kementerian Pusat jadi kita hanya fasilitasi saja, tidak bisa kita intervensi,” paparnya.

Kemudian sebelumnya direncanakan bibit yang akan disalurkan itu telah berumur 4 minggu, sementara untuk kali ini berupa bibit DOC atau ayam yang baru menetas.

“Karena berdasarkan kajian dan pengalaman bahwa untuk tingkat kematian dari pengiriman hingga tiba di tangan peternak itu lebih rendah yang masih DOC dibanding yang telah berusia empat minggu, dan pendistribusiannya direncanakan akan bertahap disesuaikan dengan kapasitas mesin tetas balai penyedia,” tutupnya.

Terkini