oleh

Pemkab Busel Pastikan Ketersediaan Stok Pangan Terjamin

Reporter : Basri
Editor : Basri

BUTON SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) memastikan ketersedian stok pangan terjamin hingga akhir Agustus 2020 mendatang.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pelaksana Pemula Busel, Muh. Al Ichsan mengungkapkan walau saat ini seluruh daerah dilanda pandemi Covid-19, namun ketersediaan pangan seperti beras dan jagung tidak mengalami kendala.

“Walau ditengah pandemi Covid-19 ini, untuk ketersediaan pangan kita di Busel ini masih aman,” ucap Al Ichsan kepada Mediakendari.com dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu 15 Juli 2020.

Kata dia, ketersediaan pangan yang ada saat ini diyakini mampu mencukupi kebutuhan konsumsi pangan di tujuh Kecamatan yang ada di Busel.

“Yang tercatat ini saja telah disiapkan 700 ton beras dan 4 ton jagung. Kemudian 8 ton bawang merah. Sementara komoditi yang lainnya masih dalam proses kalkulasi,” bebernya.

Ia menjelaskan pihaknya berani menjamin ketersediaan pangan karena terbilang dekat dengan penyuplai pangan yakni daerah tetangga seperti Kota Baubau. Mayoritas masyarakat Busel juga adalah petani.

Kebun jagung milik salah seorang petani di Kecamatan Sampolawa. (Foto: MEDIAKENDARI.com/Basri)

Al Ichsan juga mengaku kedepan Busel bisa menjadi sentra produksi pangan untuk wilayah Kepulauan Buton (Kepton) seperti yang dicanangkan Pemkab Busel saat ini.

“Keyakinan kita akan kuatnya ketahanan pangan kita ini terlihat dengan antusias masyarakat waktu itu yang langsung mengundang Pak Bupati, La Ode Arusani untuk bersama-sama ikut panen padi perdana di Kecamatan Sampolawa, dan panen raya ubi kayu di sejumlah desa di Kecamatan Batauga kemarin. Belum lagi dari kecamatan lainnya yang baru akan panen jagung pada musim timur ini,” urainya.

Ia juga menerangkan untuk wilayah Kepulauan di Busel, motor laut saat ini cukup lancar juga dalam mendistribusikan bahan pangan dari Kota Baubau. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi tentang penanaman secara hidroponik yang tidak menggunakan media tanah ke wilayah Siompu.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada kelompok tani beranggotakan kalangan sarjana muda menjalankan hal itu di wilayah Siompu.

Ia berharap demi mendukung swasembada pangan seperti yang dicanangkan Pemerintah Pusat pihaknya menginginkan agar seluruh masyarakat bukan hanya para petani yang menyiapkan bahan pangan tetapi warga lainnya juga memanfaatkan lahan kosong walau cuma pekarangan rumah untuk dijadikan area menanam sayur-sayuran bahkan tanaman bahan kebutuhan pokok

“Bagaimana agar masyarakat memiliki kesadaran untuk memanfaatkan lahan kosong walau sejengkal, untuk ditanami bahan tanaman pangan minimal untuk memenuhi kebutuhan di dalam rumah,” pintanya.

Ia menambahkan untuk mewujudkan ketahanan pangan, langkah awal yang harus dilakukan adalah merubah mindset atau cara pandang masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan dalam kehidupan sehari-hari. (c).

Terkini