oleh

Pekan Depan, Bantuan Bibit Ayam Joper di Busel Sementara Penyaluran

Reporter : Basri

BUSEL – Bantuan sebanyak 74.550 ekor bibit Ayam Kampung Super atau biasa disebut Ayam Joper di Kabupaten Buton Selatan (Busel) Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini sementara proses pendistribusian oleh Dinas Pertanian Busel.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Busel, Muhammad Syafir, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Busel, Saleh Pattiha mengungkapkan, bantuan bibit ayam tersebut mulai didistribusikan di Buton Selatan sejak 16 September 2020 lalu.

Penyaluran bibit dimulai dari Kecamatan Batauga sebanyak 23.800 ekor, kemudian menyusul Kecamatan Sampolawa sebanyak 20.200 ekor, dan terakhir penyaluran di Kecamatan Lapandewa sebanyak 30.550 ekor yang akan disalurkan pada Rabu 14 Oktober 2020.

“Alhamdulillah saat ini sudah tersalur di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Batauga dan Sampolawa dan rencananya In sya Allah hari Rabu depan kita akan selesaikan di Kecamatan Lapandewa,” ungkap Saleh saat dikonfirmasi, Sabtu 10 Oktober 2020.

Dikatakan, untuk jenis bantuan yang disalurkan adalah selain bibit ayam Joper yang akan dibagikan 50 ekor per Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat, juga pakan dan obat serta vaksinnya disalurkan bersamaan seperti rencana awal Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen Keswan) Kementerian Pertanian RI.

“Lengkap bibit dengan pakan dan obat-obatan serta vaksinnya semua tersalur bersamaan. Kemungkinan hari Sabtu sekarang ini sudah masuk sebagian di Kecamatan Lapandewa, di mana sebagian sudah diantarkan untuk Desa Burangasi,” sebutnya.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah (Pemkab) Busel kepada masyarakatnya, lebih lanjut kata Saleh, pihaknya telah menyiapkan tenaga teknis dari Distan Busel dan sebagian dibantu dari perangkat desa setempat, yang akan membina kelompok masyarakat penerima bantuan bibit tersebut agar program langsung Pemerintah Pusat itu bisa berhasil dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Jadi setiap desa penerima bantuan bibit ayam ini kita siapkan pendamping seperti tenaga penyuluh dari dinas peternakan yang berdomisili di sekitar desa penerima bantuan itu, dan bagi desa yang belum memiliki tenaga penyuluh, maka kita perdayakan aparat desa yang juga telah dibekali ilmu dan pengetahuan tentang perawatan ayam kampung super,” paparnya.

Olehnya itu pihaknya mengimbau agar kelompok masyarakat peternak ayam tersebut selalu mematuhi arahan dan petunjuk yang disampaikan oleh pendamping teknis terkait pemeliharaan dan perawatan bibit ayam tersebut, sehingga dapat memberi manfaat utamanya segi ekonomi.

“Kita berharap dengan bantuan bibit ayam kampung super yang telah lama dinanti-nantikan ini, dapat dipelihara dengan baik sehingga menambah pendapatan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan akan telur dan daging ayam,” tutupnya.

Untuk diketahui, pendistribusian bantuan bibit ayam kampung super program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI tahun 2019 di Busel telah dibatalkan.

Pembatalan itu akibat balai penyedia ternak yang beralamat di Bali kehabisan waktu untuk menyuplai pasokan bibit ayam ke sejumlah kabupaten di Sultra, sehingga pihak Kementan RI memutuskan kontrak kerjasamanya.

Namun karena upaya Pemkab Busel bersama Pemprov Sultra sehingga bantuan bibit Ayam Joper itu kembali diadakan di Busel melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.(2).

Terkini