oleh

Ambulans Laut di Busel Siap Beroperasi

Reporter : Basri

BUTON SELATAN – Ambulans Laut yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) akhirnya siap beroperasi untuk melayani pasien rujukan dari wilayah kepulauan yang ada di Busel.

Kesiapan ambulans laut milik Dinas Kesehatan Busel itu dipastikan setelah diuji coba operasi saat kunjungan kerja Bupati Busel, H La Ode Arusani bersama rombongan di Kecamatan Batu Atas pada Selasa 20 Oktober 2020 kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Busel, La Ode Budiman SKM MKes mengungkapkan, kapal ambulans tersebut akan menunjang pelayanan kesehatan pada empat kecamatan di kepulauan, yakni Kecamatan Siompu, Siompu Barat, Kadatua dan Kecamatan Batu Atas dan saat ini stand by di Bandar Batauga dengan siaga 24 jam.

“Ambulans laut sudah siap operasi dan akan stand by di Bandar Batauga karena di situ dirasa lebih aman dan terlindung dari ombak,” ungkap La Ode Budiman saat diwawancara, Kamis 22 Oktober 2020.

Walau telah siap beroperasi, namun kata dia, saat ini pihaknya masih mencari tenaga profesional yang akan menjadi operator dari kapal ambulans tersebut.

“Saat ini sementara pembenahan operator yang pas. Karena hal itu merupakan hal yang paling penting dan butuh keseriusan dalam penentuannya, yang mana harus ahli di bidangnya, utamanya mengetahui kerusakan dan bisa melakukan pemeliharaan mesin, kemudian harus mengetahui medannya,” tuturnya.

Sedangkan untuk tenaga medis dalam kapal, kata dia, itu disiapkan dari masing-masing Puskesmas yang melakukan rujukan.

“Karena kan setiap Puskesmas yang melakukan rujukan itu selalu ada pendampingan oleh petugas medis dari Puskesmas itu sendiri,” sebutnya.

Disebutkan, kapal ambulans laut tersebut menelan anggaran sebesar Rp 2,2 M dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019. Sehingga memiliki interior mewah serta dilengkapi fasilitas kesehatan di dalamnya.

Sementara untuk spesifikasinya, ambulans tersebut memiliki panjang kurang lebih 12 meter dan lebar 3 meter, menggunakan 2 mesin dengan tenaga total 400 PK, dapat melaju dengan kecepatan 25 hingga 30 knot.

Diakuinya, dengan ukuran dan kapasitas mesin seperti itu, diperkirakan dapat menempuh wilayah kepulauan terjauh Busel, yakni Pulau Batu Atas hanya dengan waktu kurang lebih 1 jam dan wilayah kepulauan terdekat seperti Kadatua dan Siompu hanya dengan waktu tempuh 5 menit.

“Hasil uji coba kemarin itu, kapasitasnya dapat memuat 23 penumpang, dan untuk tujuan ke Pulau Batu Atas dapat ditempuh dalam waktu satu jam lebih. Sehingga harapan kita muda-mudahan dengan adanya ambulans laut ini bisa bermanfaat khususnya bagi masyarakat yang ada di empat kecamatan di kepulauan dalam pelayanan kesehatan,” harapnya. (3).

Terkini